Potret Salaf Dalam Mengingat Kehidupan Akhirat
Suatu Ketika ulama tabi'in, Malik bin Dinar rahimullah duduk bersama kawan-kawannya. Saat mereka asyik mengobrol, datanglah abu Ubaidah sambil membawa serabut. Kedua ujungnya ada dua tali yang melingkar. Sahabat Malik yang terkenal dengan semangatnya dalam penyucian jiwa ini tiba-tiba mengikat leher Malik ddengan ujung tali dan satunya lagi dimasukkan ke lehernya sendiri. Kemudian Malik bin Dinar berkata "Anggaplah aku dan kamu berada dihadapan Allah dalam keadaan dirantai, lalu apa yang akan kamu katakan dihadapan Allah?" Lalu keduanya menangis, dan kawan-kawannya yang lain pun ikut menangis. Salah satu sarana mendidik jiwa (tarbiyatun nafs) yang dilakukan oleh para salaf adalah selalu menakar amal ibadah yang pernah mereka kerjakan. Untuk itu, mereka seringkali membayangkan dirinya setelah wafat, saat dihisab oleh Allah, saat pembagian catatan amal, atau saat menyeberangi shirat. Kisahnya di atas adalah salah satu buktinya. Bahkan dalam beberapa...