Potret Salaf Dalam Mengingat Kehidupan Akhirat
Suatu Ketika ulama tabi'in, Malik bin Dinar rahimullah duduk bersama kawan-kawannya. Saat mereka asyik mengobrol, datanglah abu Ubaidah sambil membawa serabut. Kedua ujungnya ada dua tali yang melingkar.
Sahabat Malik yang terkenal dengan semangatnya dalam penyucian jiwa ini tiba-tiba mengikat leher Malik ddengan ujung tali dan satunya lagi dimasukkan ke lehernya sendiri. Kemudian Malik bin Dinar berkata "Anggaplah aku dan kamu berada dihadapan Allah dalam keadaan dirantai, lalu apa yang akan kamu katakan dihadapan Allah?" Lalu keduanya menangis, dan kawan-kawannya yang lain pun ikut menangis.
Salah satu sarana mendidik jiwa (tarbiyatun nafs) yang dilakukan oleh para salaf adalah selalu menakar amal ibadah yang pernah mereka kerjakan. Untuk itu, mereka seringkali membayangkan dirinya setelah wafat, saat dihisab oleh Allah, saat pembagian catatan amal, atau saat menyeberangi shirat. Kisahnya di atas adalah salah satu buktinya.
Bahkan dalam beberapa buku biografi salaf, didapati ada diantara mereka menggali kuburan di halaman rumahnya. Bukan untuk menguburkan keluarganya yang meninggal, bukan juga untuk dirinya nanti setelah meninggal. Kuburan tersebut digunakan untuk muhasabah. Setiap malam ia masuk kedalam liang tersebut, lalu membayangkan kematian. Menghadirkan Gambaran saat ia diletakkan ke dalam kuburan sendirian, lalu didatangi malaikat yang bertanya kepadanya. Ia pun menyesali kelalaiannya dan bertekad untuk menjadi lebih baik. Mungkin jika hal ini dilakukan oleh seseorang di zaman kita, akan dianggap tidak waras.
Dahulu ada tabi'in bernama Ibrahim At-Taimi, ia sering membayangkan dirinya di neraka. Ia berkisah, "Aku memisalkan diriku seakan-akan di atas api neraka, dirantai dan di belenggu, dipaksa makan buah zaqqum, minum air yang sangat dingin dan bernanah. Aku pun bertanya kepada diriku, ' Apa yang kamu inginkan.' Ia menjawab, 'Kembali kedunia untuk menyelamatkan aku dari siksa ini.' Aku juga memisalkan diriku seakan-akan di surga. Hidup senang bersama bidadari, Memakai pakaian sutera halus dan tebal. Aku pun bertanya pada diriku. ;Apa yang kamu inginkan?' Ia pun menjawab, 'Kembali ke duniauntuk mengerjakan amalan yang bisa menambah pahala ini,' Aku berbicara dengan diriku sendiri, ' Kam u sedang berangan-angan, maka sekarang kerjakanlah."
Rasulullah saw., bersabda :
"Barangsiapa yang ingin mengetahui apa haknya (kedudukannya) di sisi Allah, maka lihatlah (sebesar apa) hak Allah ia tunaikan." (HR.Daruquthni, dihasankan oleh Syaikh AL-Albani dalam Shahihul Jami')
Sumber dikutip dari buku berjudul 'Macet di Padang Mahsyar' dengan adanya sedikit perubahan.

Comments
Post a Comment