Friendship to Heaven



Di Antara Rizki Yang Paling
Berharga Di Zaman Sekarang Ini
Adalah Memiliki Sahabat Sahabat
Saleh Yang Senantiasa
Mengingatkan Akan Akhirat  

Seorang teman atau sahabat merupakan orang yang sangat penting dalam mengarungi samudera kehidupan ini. Merekalah sahabat sejati yang rela berkorban membela agama, dalam keadaan suka dan duka. Diibaratkan sebuah bangunan yang saling menguatkan satu sama lain.

Sungguh bersahabat dengan orang - orang yang saleh adalah nikmat yang sangat besar.
Umar bin Khattab berkata,

ما أعطي العبد بعد الإسلام نعمة خيراً من أخ صالح فإذا وجد أحدكم وداً من أخيه فليتمسك به

Simak selengkapnya disini. Klik https://muslim.or.id/45173-persahabatan-yang-sampai-ke-surga-selamanya.html
"Tidaklah seseorang diberikan kenikmatan setelah islam, yang lebih baik daripada kenikmatan memiliki saudara (semuslim) yang saleh. Apabila engkau dapati salah seorang sahabat yang saleh maka peganglah erat - erat.." (Quutul Qulub 2/17)

Persahabatan orang yang saleh akan berlanjut sampai surga dan akan kekal selamanya. Tentu ini kenikmatan yang sangat besar, karena antara sahabat dekat pasti tidak ingin berpisah dengan sahabat lainnya. Persahabatan sementara di dunia kemudian dipisahkan dengan kematian begitu saja, tentu bukan akhir yang indah.
الْمَرْءُ مَعَ مَنْ أَحَبَّ

Simak selengkapnya disini. Klik https://muslim.or.id/45173-persahabatan-yang-sampai-ke-surga-selamanya.html
ما أعطي العبد بعد الإسلام نعمة خيراً من أخ صالح فإذا وجد أحدكم وداً من أخيه فليتمسك به

Simak selengkapnya disini. Klik https://muslim.or.id/45173-persahabatan-yang-sampai-ke-surga-selamanya.html

Rasulullah saw., bersabda,

"Setiap orang akan dikumpulkan bersama orang yang ia cintai." (HR. Bukhari, no.6170;Muslim, no 2640) 

Sebuah kisah persahabatan yang tertulis dalam kitab “Durratun Nashsihin” karangan Syekh Utsman bin Hasan bin Ahmad Asy Syakir Al Khaubawiyiyi. Beliau menceritakan dalam kitab tersebut sebuah kisah dimana dua sahabat yang satunya meninggal dunia lalu divonis masuk neraka, karena dia ahli maksiat dan satunya lagi adalah orang saleh dan meninggal dalam keadaan Khusnul Khotimah dan masuk surga. Sahabat yang saleh itu mendapat perlakuan yang baik oleh malaikat Ridwan, ia diantarkan oleh malaikat Ridwan sampai ke pintu surga. Sedangkan sahabatnya yang ahli maksiat itu diperlakukan sebagaimana seorang pendosa, ia digiring kedalam neraka sebagai tampat kembalinya.

Dengan rasa senang bercampur kebahagiaan yang tiada terkira dan tidak dapat dibayangkan kenikmatan yang akan ia peroleh didalam surga sebagai balasan bagi orang-orang yang berbuat baik dan taat kepada Allah SWT. sahabat yang saleh itu melangkahkan kakinya menuju surga yang akan ia tempati. Namun langkahnya terhenti ketika ia mendengar suara yang cukup keras dan suara itu ia sangat mengenalnya.

“Sahabatku…tolong aku. Atas nama persahabatan kita selamatkanlah aku dari neraka!”

Suara itu terus terdengar meminta tolong kepada sahabat yang saleh itu. Dicarinya asal suara itu, lalu ia melihat ada seorang laki-laki yang diseret-seret menuju neraka oleh malaikat Malik yang wajahnya begitu menakutkan. Kemudian dia berkata: “Ya Allah, orang itu adalah sahabatku ketika di dunia. Dia merasa prihatin dan sangat sedih melihat sahabatnya itu digiring ke neraka. Kemudian orang saleh itu tidak mau masuk surga dan meminta kepada malaikat Ridwan agar mengantarkannya ke neraka. Malaikat Ridwan berkata kepada orang saleh itu,

“Bagaimana saya akan membawa tuan ke neraka, padahal saya diperintahkan mengantar tuan ke surga? Silahkan tuan, tidak usah ragu, Surga yang indah ini milik tuan dan saya akan melayani tuan dengan sebaik-baiknya…!” Kata malaikat Ridwan

Orang Saleh itu berkata,

“Aku tidak membutuhkan surga dan pelayananmu. Bawa saya ke neraka.!”

Malaikat Ridwan menolak permintaan orang saleh itu untuk membawanya ke neraka, dalam keadaan yang saling bersitegangan itu, kemudian terdengar suara gaib yang berasal dari Yang Maha Agung.

“Wahai malaikatku, sebenarnya Aku telah mengetahui apa yang tersembunyi dibalik dada hambaku yang saleh ini. Namun, agar lebih jelas bagimu tanyakan sendiri kepadanya kenapa ia memilih neraka daripada surga!”

Malaikat Ridwan segera memenuhi perintah Dari Allah Yang Maha Agung.

“Mengapa Tuan lebih menyukai neraka daipada surga?”
“Engkau lihat orang yang sedang diseret-seret menuju neraka itu? Ia adalah sahabatku selama hidup di dunia. Ia menjerit-jerit minta tolong agar aku membebaskannya dari ancaman neraka. Aku sadar sepenuhnya, tidak mungkin aku yang lemah ini menyelamatkannya dari neraka dan membawanya ke surga. Karena itu, lebih baik aku yang ke neraka agar dapat bersama-sama dengannya, “ujar orang saleh itu.

Mendengar jawaban orang saleh itu, malaikat Ridwan bertambah kaget, lalu terdengar lagi suara dari Yang Maha Agung Allah Subhanahu wa ta’alaa.

“Wahai hambaKu yang saleh, dengan segala kelemahanmu, engkau rela masuk neraka untuk bersama-sama dengan sahabatmu yang telah menemanimu sebentar saja di dunia. Padahal, sepanjang umurmu, engkau begitu taat dan berbakti kepadaKu, memujaKu sebagai Tuhanmu. Bagaimana Aku rela membiarkanmu masuk neraka? Karena itulah Aku hadiahkan sahabatmu itu untukmu, dan ajaklah dia masuk surga bersamamu. Inilah ganjaran yang sepadan bagimu, “terang suara itu.

Subhanallah, sungguh Allah SWT. adalah Tuhan Yang Maha Pengampun dan Maha Penyayang bagi hamba-hamba-Nya yang saleh, lantaran bersahabat dengan orang saleh semasa hidup di dunia, sahabat yang yang ahli maksiat itu mendapat pengampunan dan kasih sayang Allah SWT. dan memasukkan dua sahabat itu ke dalam surga yang penuh kenikmatan sebagai tempat tinggal yang abadi tanpa mengurangi pahala surga yang Allah berikan kepada orang saleh itu.

Oleh karena itu, penting bagi siapa saja untuk bijak dalam memilih sahabat. Jangan sampai orang yang kita anggap sebagai sahabat ternyata tidak mampu membawa kita semakin dekat dengan Allah, bahkan justru membawa pengaruh buruk dalam kehidupan kita. Ibnu Athoilah pernah menyampaikan sebuah nasehat indah tentang persahabatan, “Janganlah kamu berteman dengan orang yang keadaannya tidak bisa membangkitkan semangatmu dan pembicaraannya tidak mampu membimbingmu ke jalan Allah”.

A person who reminds you to “Fear Allah” is your true companion worth more than anything and everything this world can possibly offer. – Abu Maryam


Semoga Bermanfaat 😊😊

Sumber https://muslim.or.id
             https://www.masjidnusantara.org
             https://mutiaraislam.net

Sungguh bersahabat dengan orang-orang yang saleh adalah nikmat yang sangat besar. Umar bin Khattab berkata,

Simak selengkapnya disini. Klik https://muslim.or.id/45173-persahabatan-yang-sampai-ke-surga-selamanya.html

Sungguh bersahabat dengan orang-orang yang saleh adalah nikmat yang sangat besar. Umar bin Khattab berkata,
ما أعطي العبد بعد الإسلام نعمة خيراً من أخ صالح فإذا وجد أحدكم وداً من أخيه فليتمسك به
“Tidaklah seseorang diberikan kenikmatan setelah Islam, yang lebih baik daripada kenikmatan memiliki saudara (semuslim) yang saleh. Apabila engkau dapati salah seorang sahabat yang saleh maka pegang lah erat-erat.” [Quutul Qulub 2/17]


Simak selengkapnya disini. Klik https://muslim.or.id/45173-persahabatan-yang-sampai-ke-surga-selamanya.html

Sungguh bersahabat dengan orang-orang yang saleh adalah nikmat yang sangat besar. Umar bin Khattab berkata,
ما أعطي العبد بعد الإسلام نعمة خيراً من أخ صالح فإذا وجد أحدكم وداً من أخيه فليتمسك به
“Tidaklah seseorang diberikan kenikmatan setelah Islam, yang lebih baik daripada kenikmatan memiliki saudara (semuslim) yang saleh. Apabila engkau dapati salah seorang sahabat yang saleh maka pegang lah erat-erat.” [Quutul Qulub 2/17]


Simak selengkapnya disini. Klik https://muslim.or.id/45173-persahabatan-yang-sampai-ke-surga-selamanya.html

Comments

Popular posts from this blog

Sukses atau Gagal

Tanaman Jahe