Tanaman Jahe
JAHE
Jahe (Zingiber officinale), adalah tanaman rimpang yang
sangat populer sebagai rempah-rempah dan bahan obat. Rimpangnya
berbentuk jemari yang menggembung di ruas-ruas tengah. Rasa dominan
pedas disebabkan senyawa keton bernama zingeron.
Jahe termasuk suku Zingiberaceae (temu-temuan). Nama ilmiah jahe diberikan oleh William Roxburgh dari kata Yunani zingiberi, dari Bahasa Sansekerta, singaberi.
Batang jahe merupakan batang semu dengan tinggi 30 hingga 100 cm.
Akarnya berbentuk rimpang dengan daging akar berwarna kuning hingga
kemerahan dengan bau menyengat. Daun menyirip dengan panjang 15 hingga
23 mm dan panjang 8 hingga 15 mm. Tangkai daun berbulu halus. Bunga jahe tumbuh dari dalam tanah berbentuk bulat telur dengan
panjang 3,5 hingga 5 cm dan lebar 1,5 hingga 1,75 cm. Gagang bunga
bersisik sebanyak 5 hingga 7 buah. Bunga berwarna hijau kekuningan.
Bibir bunga dan kepala putik ungu. Tangkai putik berjumlah dua.
Jahe Dalam Al-Qur'an
Dalam buku Tafsir Ilmi 'Tumbuhan dalam perspektif Alquran dan Sains'
yang disusun oleh Lajnah Pentashihan Mushaf Alquran, Badan Litbang dan
Diklat Kementerian Agama RI, dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia
(LIPI) menjelaskan mengenai tanaman jahe.
Salah satu ayat Alquran menyebut jahe sebagai bahan campuran minuman
di surga. "Di dalam surga itu mereka diberi minum segelas (minuman) yang
campurannya adalah jahe," Surah Al-Insan Ayat 17.
Selama berabad-abad manusia telah memanfaatkan jahe. Masyarakat
kuno percaya bahwa jahe dapat digunakan untuk menyembuhkan rematik,
keseleo dan mengeringkan bekas luka.
Sekarang ini minuman hangat dengan campuran irisan jahe segar dan
madu sangat digemari. Masyarakat Arab sangat menyukai jahe, komoditi
yang mereka peroleh dari perdagangan Arab-India.
Tanaman jahe sudah dibudidayakan di India sejak dulu. Dalam
pustaka kuno, para ahli pengobatan India menyatakan pentingnya peran
jahe dalam pengobatan.
Tercatat dalam sejarah bahwa pada masa hidupnya, Rasulullah
pernah menerima satu guci asinan jahe, hadiah dari kaisar Byzantium.
Nabi lalu menyantapnya sekaligus membagikannya kepada
sahabat-sahabatnya.
Tafsir Mazhari menjelaskan bahwa masyarakat Arab menggemari jahe
dan menggunakannya sebagai campuran minuman dan pengobatan. Jahe adalah
bahan obat yang tergolong sangat aman, sehingga dapat ditemukan di
hampir setiap rumah tangga.
Penggunaannya sejak ratusan tahun lalu di China, India, Timur
Tengah, Pakistan, dan Eropa menunjukkan betapa jahe sangat aman dan
berguna. Penelitian modern bahkan mengonfirmasi lebih lanjut kebenaran
apa yang telah ditemukan para ahli sebelumnya, seperti Ibnu Sina.
1. Wedang Ronde
Wedang jahe yang satu ini berasal dari daerah Solo. Wedang ronde terbuat dari air rebusan jahe yang diberi gula merah, pandan, serai, serta isiannya seperti kacang tanah, potongan roti, potongan kolang-kaling, dan ronde bola-bola ketan yang telah direbus.
2. Bajigur
Minuman khas Jawa Barat ini terbuat
dari air rebusan jahe, gula merah, dan santan encer yang direbus dengan
daun pandan dan sedikit garam. Bajigur juga sering disajikan dengan
potongan kolang-kaling yang diiris tipis. Selain itu, bajigur sering
dijual bersama dengan makanan tradisional seperti nagasari, pisang rebus, ubi kukus. dan kacang rebus.
3. Bandrek
Bandrek merupakan minuman khas Jawa
Barat yang sering dijual bersamaan dengan bajigur. Bandrek memiliki rasa
yang lebih pedas dari bajigur karena terbuat dari air rebusan jahe
kental dengan tambahan rempah-rempah dan gula merah, tanpa tambahan
santan. Bandrek biasanya disajikan dengan daging kerokan buah kelapa yang setengah tua.
https://id.wikipedia.org/wiki/Jahe
https://techno.okezone.com/read/2017/11/12/56/1812636/ternyata-jahe-disebutkan-dalam-alquran-apa-keistimewaanny
https://www.resepkoki.id/8-wedang-atau-minuman-hangat-dari-jahe-khas-indonesia/

Comments
Post a Comment